[Hal.17][Ch.4] MENGURUNG BIDADARI - Baca Novel Dewasa Romantis Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Pagi menyadarkan Natha dari tidurnya yang nyenyak. Dia sudah terbiasa dengan aroma cowok itu karena tidur di tempat tidurnya. Kepalanya sakit, dia bertahan dan berpikir untuk bisa tidur sekitar lima menit lagi. Tapi, aroma cowok itu sangat pekat tercium oleh hidungnya. Ia nggak menemukan pintu kamar mandi –pemandangan  pertama yang biasa ia lihat setiap bangun tidur. Melainkan sebuah meja rias dengan kaca yang besar dan ada TV flat besar di meja sebelahnya.
Ini bukan kamar Rory! Natha bangkit dari balik selimutnya dan melihat Rory masih tidur di sebelahnya. Dia nggak mengenakan kaos-nya! Sontak ia mendorong Rory kuat-kuat, menjauh darinya.
Mabuk mereka berakhir di tempat tidur kamar hotel!
Rory jatuh ke lantai yang di alasi karpet. Ia nggak terbangun, walau tubuhnya menghempas lantai dengan keras.
Natha menjerit “Kenapa kamu bawa aku ke sini?!,"
“Berisik!," tandas Rory yang masih mengenakan jeans-nya, nggak mau membuka matanya. Nggak  masalah jika harus tidur di lantai asalkan dia nggak mendengar Natha berteriak telah terjadi sesuatu padanya.
Natha terdiam, lalu memeriksa dirinya. Dia menemukan dirinya masih berpakaian. Dia memastikan ia nggak kekurangan sesuatu apa pun pagi ini. Kaos dan jaket Rory tergantung rapi pada sandaran kursi meja rias.
Rory sudah tidur lagi. Ia nggak kembali ke atas tempat tidur; malah meringkuk di atas karpet membelakangi Natha yang masih duduk di atas ranjang.
Ya Tuhan, ini pasti sejarah paling memalukan. Mabuk dan dibawa oleh cowok berandal ke hotel!, Natha menggerutu. Dia mencoba mengingat-ingat kejadian semalam. Hatinya menjerit, mencoba mengingkari kilas balik di otaknya yang sudah normal kembali. Tapi, nggak bisa.
---
“Kamu...pasti punya kepribadian yang aneh," kata Natha yang menemukan Rory di halaman belakang rumahnya tengah mengganti plat motor.
Kemarin Rory memakai nomor plat palsu supaya nggak bisa dilacak. Pantas juga Rory menyuruhnya memakai topi dan merubah penampilan supaya nggak ada yang mengenali sosoknya.
Rory hanya ‘nyengir, apapun yang Natha katakan sama seperti omelan Mama-nya yang basi. Masuk kiri keluar kanan. Setelah selesai, ia membuka jok motornya untuk mengambil sesuatu. Sebuah buku kecil bersampul merah tua.
Passpor Natha! Rupanya dia nggak pernah menyimpannya di dalam rumah!
“Aku tepati janjiku sekarang," katanya menyerahkan benda itu dengan baik tidak seperti saat ia mengambilnya dari Natha.
Natha termangu, pada paspor yang selalu diharapkannya dan menjadi pintu baginya untuk keluar dari dunia Rory yang penuh ‘kejahatan’. Ia kesal pada dirinya saat ia nggak tersenyum di saat yang seharusnya. Natha menerimanya dan ia melihat Rory yang dengan senang hati menyerahkannya kembali. Dia baru saja diperlakukan seperti wahana Roller Coaster di taman ria, di mana orang yang menaikinya turun dengan perasaan puas, setelah permainan berakhir.
Sayangnya, Natha kecewa karena nggak ingin lagi dianggap seperti itu oleh cowok manapun. Ia nyaris nggak bisa menyembunyikannya. Kemarin, mereka melakukan hal yang lebih dari sekedar menyenangkan di apartemen Kevin, mabuk di klub sampai tengah malam, lalu pulang pagi-pagi dari sebuah hotel seperti pasangan nekat. Tapi sekarang, Rory seolah menyuruhnya pergi. Apa seperti itu sifat asli semua cowok? Mengusir di saat nggak membutuhkan cewek yang sama untuk petualangan yang berbeda?
“Yah, itu maksud ku," kata Rory kemudian, Natha tegang, berpikir Rory sedang membenarkan pikirannya saat ini. “Aku nggak mengharapkan kamu berterima kasih karena sepertinya kamu nggak akan pernah melakukannya. Aku cuma kesal, karena dia pukul aku sekali, dan nggak pernah ada yang berani sebelum dia. Sekarang, aku nggak bisa bilang itu gara-gara kamu, yaah... aku hanya berniat menolong walau kamu nggak pernah butuh, tapi aku tahu kamu udah lebih baik sekarang”
Mereka sama-sama dikagetkan dengan suara klakson mobil yang berhenti di depan rumah. Dia sedang menebak-nebak siapa yang datang, adik yang sedang marah padanya, atau Mama yang sangat over-protektif.
“Masuk!," Rory berkata dengan cepat sambil menarik Natha ke dalam kamar. Kelabakan dan panik!
Sebelumnya nggak pernah ada yang datang ke sini selain Ibu Endang yang menagih sewa, tapi dia segera diam saat Rory memberi apa yang dia inginkan. Lalu nggak pernah datang dengan gedoran paginya lagi. Kali ini Rory sepertinya memiliki tamu yang menakutkan!
“Aku nggak mau!," teriak Natha protes nggak ingin masuk ke lemari satu-satunya yang paling memungkinkan untuk jadi tempat persembunyian.
“Ssst!” desis Rory tetap mendorongnya pelan masuk ke lemari. "Itu Mama-ku, aku nggak mau kamu berurusan sama Mama, oke?”
Natha mengerutkan dahi, ia pasti ingat sosok Mama-nya yang di kantor polisi itu. Nyonya jetset cantik yang mudah ketakutan dengan suara seperti paku yang digeruskan ke papan tulis.
Rory menaruh telunjuknya di bibir saat Natha sudah berada di dalam, nggak mempedulikan wajahnya yang cemberut karena terlihat sangat bodoh karena ini. Rory menutup lemarinya, lalu gelap. Yang tinggal hanyalah hawa dari pakaian-pakaian milik Rory yang bersih dan wangi dari laundry. Dan ia pasti menduduki barang-barang pribadi cowok itu, terasa sangat menggelikan dan juga…memabukan.
Natha jadi ingat apa yang terjadi semalam. Mereka tidur di tempat yang sama, dan ketika bangun dari tidurnya, ia tengah memeluk tubuh cowok itu. Hawa-nya persis dengan hawa yang ada di dalam lemari ini.
--- 
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments