[Hal. 5][Ch.1] MENGURUNG BIDADARI - Baca Novel Dewasa Romantis Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Rory duduk diam, tertunduk, bukan menyesal. Tapi, puas ada orang yang berani menantangnya dan meladeninya sampai selesai. Dia hanya dapat satu pukulan di wajah, sedangkan Kevin, menerima lebih dari sepuluh di tubuhnya. Kalau nggak ada yang melerai satu nyawa pasti sudah melayang di tangannya. Dan syukur itu nggak terjadi.
Tapi, mereka berakhir di kantor polisi. Disiarkan oleh berita segmen kriminal secara nasional besok pagi! Orang tuanya belum tahu soal ini, dan hanya tinggal menunggu suasana menjadi panas  lagi antara ia dan ayahnya.
Rory menoleh ke ruang riksa di mana cewek itu masih diinterogasi sebagai saksi untuk berita acara. Dia pasti masih tertekan, pikirnya. Sayang dia nggak kelihatan karena pintu menghalangi pandangannya, dan semua masih menunggu sampai lama sekali.
 “Ngapain sih ngurus cewek yang nggak dikenal?”, gerutu Erris yang ikut menemani sejak Rory dan Kevin diseret oleh keamanan klub ke polisi. Mereka dipisahkan di ruang yang berbeda.
Renatha Grishamm, adalah cewek itu. Ia baru saja keluar dari ruang riksa. Sudah nggak menangis, terlihat tegar sekarang. Dia nggak punya pilihan lain selain menghampiri Rory dan Erris supaya nggak terlihat bodoh sendirian, sementara polisi belum mengizinkannya pulang. Terlebih dia bukan WNI.
Wajahnya masih merengut, ia duduk nggak jauh dari mereka dengan membungkukan badannya yang ditahan kedua sikunya di atas kedua pahanya. Ia tampak ingin menangis lagi tapi berusaha untuk tetap kuat, dengan menyeka wajahnya yang berantakan sambil menghirup nafas panjang. Namun nggak kedengaran lega.
Suasana hening, kantor polisi hanya dijaga oleh petugas piket. Pagi hanya tinggal beberapa jam lagi, tapi jarum jam seakan nggak berputar. Renatha sudah tertidur tanpa disadari di kursi tunggu. Memeluk dirinya yang kedinginan oleh udara malam.
Rory melepas jaketnya untuk menutupi tubuh cewek menyedihkan itu. Membiarkannya tertidur sampai kantor polisi menjadi ramai kembali, pagi hari, sementara ia nggak bisa tidur walau sepejampun.
---
Semua kata-kata orang tuanya mengalir seperti musik keras yang nggak beraturan, masuk dari telinga kanan keluar di telinga kiri. Karena selalu sama, selalu berulang-ulang, melelahkan dan itu nggak bisa menyentuhnya sama sekali.
Setelah Erris pergi karena dia ada jadwal kuliah pagi, Christophe, adik laki-laki Rory satu-satunya datang, katanya untuk menjemput dan membawanya pulang. Chris nggak menjelaskan kenapa semudah itu, karena terlalu rumit dan pikiran Rory yang dangkal nggak akan mencernanya dengan cepat. Secara garis besar, uang dan kekuasaan bekerja lebih efektif menyelesaikan masalah. Itu sudah ada dalam hukum alam.
“Gue bisa pulang naik motor”, kata Rory pada adiknya.
Chris hanya menghela nafas lelah. Wajahnya tampak jengkel, “Terserah lo aja deh!”, katanya ketus, sebelum menghilang di balik pintu mobil Mazda hitamnya.
Tiba-tiba, Renatha  menghampirinya sebelum Rory naik ke motornya. Seperti ingin berterima kasih tapi ia terlalu enggan. Dia hanya mengembalikan jaket milik Rory. Tanpa pembukaan tanpa penutupan. Tanpa maaf dan terima kasih.
Rory nggak mengharapkan ucapan terima kasih, melainkan supaya nggak bertemu lagi dengannya di lain kesempatan. Karena setiap kali bertemu, hal yang nggak baik selalu terjadi padanya. Tapi, sikapnya itu terasa mulai menjengkelkan.
Ketika Rory menerima jaketnya, ia terpikir akan sesuatu. Seraya memakai jaketnya, Renatha mulai melangkah meninggalkannya. Rory hanya memandang saja. Sebelum tiba-tiba kakinya bergerak untuk mengejar cewek itu sebelum ia jauh.
Cewek ini harus membayar harga dari semua yang menimpanya, berkat dirinya yang terlalu angkuh itu dan bahkan dia sama sekali nggak berterima kasih apalagi meminta maaf.
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

1 comments: