๐ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐ฅณ
“Brengsek! Telat satu jam tau!”, sembur seorang cewek yang memperhatikan mereka dari kejauhan begitu Erris sampai di depannya.
Satu lagi, Laras, sahabat lama yang jarang kelihatan bersama karena harus tinggal di luar negeri. Dia satu-satunya alasan kenapa mereka ke bandara hari ini.
Erris menghela nafas, “Setelah tiga tahun nggak ketemu malah bilang gue brengsek?”, celetuknya, mengernyit tapi ia tetap menghampiri cewek urakan itu untuk memeluknya dengan kerinduan.
Cewek itu malah nyengir, dengan wajah gembira ia membalas pelukan Erris sebentar, “Lo tambah keren aja, Ris...”, katanya.
Nama lengkapnya Ayu Laras Suwandhi. Tipe yang keras kepala dan tomboy. Satu-satunya perempuan di antara mereka. Dia baru kembali dari Australia dan sama sekali nggak berubah dari cara berpakaian ataupun bicaranya. Hanya rambutnya yang sudah terlalu panjang yang membuatnya beda dari tiga tahun yang lalu.
Erris nggak berkomentar, seolah mati rasa dengan pujian macam apapun dari cewek macam apapun. Apalagi Laras.
“Damar sama Rory mana?”, tanya Laras.
“Damar sibuk...”, jawab Erris ragu-ragu lalu menunjuk ke arah toilet di mana Rory menghilang karena sesuatu yang nggak bisa ditunda lagi. Mungkin karena bangun tidur dia nggak sempat ke toilet atau melakukan apa-apa selain cuci muka dan gosok gigi.
Laras kembali menatap Erris dengan perubahan wajah yang begitu drastis, dari gembira menjadi sedih. Seolah Erris baru saja mengatakan hal yang mengecewakan.
Erris memandangi gaya terbaik Laras. Celana jeans pendek yang memperlihatkan kaki panjangnya yang mengenakan sepatu kets merah. Atasan kaos longgar berwarna abu-abu serta aksesoris kalung etnik. Rambut merah burgundy-nya digulung ke atas dan helaian-helaiannya yang terlepas menjuntai ke bawah. Serta sunglasess berwarna kemerahan di atas kepala.
Keramaian bandara yang menjadi hal yang sangat biasa setiap hari. Di mana pertemuan menjadi suka cita tapi nggak sedikit juga yang membawa duka cita dari tempat yang jauh dalam perjalanan dan itu ada di suatu tempat, di sisi yang lain dari sini. Nggak jauh dari tempat Erris dan Laras mengobrol tentang perjalanan dan apa saja yang telah terjadi belakangan.
---
Rory mulai terlihat di antara orang-orang, mencari jalan untuk menghampiri kedua temannya yang asyik ngobrol.
“Asshole!”, suara itu menembus keramaian, melesat bagai peluru tepat ke telinga Rory.
Saat ini, nggak sedikit orang yang berlalu tapi banyak juga yang melihat ke arah Rory yang terdiam, bingung, dan heran. Tapi, hanya sebagian orang yang tahu bahwa kata itu berarti ‘brengsek’. Kata itu juga diiringi dengan cacian lain dalam bahasa asing yang diartikan seperti “Aku bersumpah akan kuhancurkan hidupmu setelah mencampakan aku, brengsek!”
Siapa sih, yang memaki dengan keras, melengking dan terdengar begitu terluka?
Rory seketika menoleh ke belakang sebelum sempat menghampiri kedua temannya yang sedang menunggu.
Apa Rory menyakiti seorang cewek?
Erris dan Laras melongo. Rory membelalak, memelototi cewek itu. Entah bagaimana, suasananya jadi membingungkan.
Seorang gadis berambut panjang dan kecoklatan. Nggak bisa diingkari dia cantik sekali. Tapi, kecantikan itu jadi seakan tak terlihat, seakan sirna oleh makian kasar yang terlontar dari bibirnya.
Seketika gadis itu tersentak, membelalak membalas tatapan Rory.
Gadis ini seolah baru saja membangunkan otaknya yang masih tertidur karena dia nggak pernah dimaki karena mencampakan seorang gadis. Jangankan mencampakan, malah sebaliknya.
Komentar
0 comments