[NOVEL ROMANTIS] What They Say About You (hal. 3)

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar


Aku melihatnya –bagaimana saat Ibunya yang malu sekali datang ke sekolah dipanggil. Seorang wanita kantoran yang sepertinya sibuk sekali. Seringkali telepon genggamnya berbunyi dan ia harus mengangkatnya.
“Maaf mengganggu, Bu Sastri,” kata Bu Tetty, terlihat amat segan saat wanita itu baru saja menutup sebuah telpon penting tentang rapat yang sepertinya harus ia hadiri segera.
“Ah, nggak apa-apa, Bu...,” balas wanita itu. “Saya benar-benar repot hari ini. Tapi, mengenai anak saya... tolong, beri dia kesempatan sekali lagi. Memang, Saira susah sekali untuk dinasehati. Apalagi sejak saya dan Papa-nya bercerai. Saira semakin tidak terkendali....”
“Saya mengerti, Bu. Masalah ini akan terus ditelusuri. Karena saya masih kurang yakin Saira berbuat seperti itu,” jelas Bu Tetty lagi. “Sampai sekarang, Saira tidak pernah mau cerita tentang apa yang ia alami....”
“Saya mohon bantuannya, Bu Tetty. Dia nggak pernah mau dengerin saya. Saya sendiri juga bingung harus menasehati dia dengan cara bagaimana,” kata wanita itu buru-buru. Tampak sudah mau pergi.
Sementara itu Saira masih di luar, menunggu ibunya keluar dari ruang BK. Ia tampak termenung sampai kemudian sang ibu muncul dalam keadaan marah.
“Mama nggak ngerti sama kamu, Saira! Mama izinin kamu modeling supaya kamu punya kegiatan yang positif di luar sekolah. Nggak keluyuran, nggak aneh-aneh!” katanya  menyemprot Saira yang hanya memalingkan wajahnya dengan sedih. Tapi, sang ibu menganggapnya seperti sebuah perlawanan karena tak kunjung mau menatapnya. “Lihat Mama, Saira!”
Saira menoleh, memandang ibunya ogah-ogahan tanpa bicara.
“Mama malu banget, tahu?!” teriak Mama-nya lagi. “Kamu masih diberi kesempatan sekolah di sini karena mereka masih memandang Mama, kamu ngerti?! Jangan sampai kamu bikin ulah lagi!”
Saira masih tidak menjawab. Saat sang ibu pergi, ia hanya menatap dengan kosong. Lalu setetes air mata mengalir dari sepasang mata yang berkaca itu.
Hari setelah orang tuanya dipanggil, sekolah kembali dihebohkan dengan kelakuannya yang lain. Saira merusak mading dengan menyempotkan cat yang bertuliskan ‘Mading Tukang Fitnah’. Kemudian mereka berdua kembali terpanggil ke ruang Bu Tetty. Saat Gigi berusaha membela dirinya, Saira malah diam saja.
Walaupun semua memojokannya, aku tahu pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan dari semua orang. Tapi, kenapa dia tidak berkata jujur? Kalau dia jujur, tentu keadaan menjadi terbalik. Lalu segala hal tentang Saira mulai menjadi  misteri.
Desas desus mulai berhembus. Semua fasilitas mewah yang ia dapat dari keluarganya telah dicabut. Uang jajan pun dibatasi. Tapi, seolah membuktikan kabar tentangnya tidak benar, Saira berhenti ikut kegiatan modeling atau pemotretan segala macam. Hari-hari setelah itu, ia sering terlihat berjalan kaki ke sekolah. Dia memotong rambut panjangnya menjadi sangat pendek, hingga membuat orang-orang heran. Perubahan yang terjadi dalam dirinya sangat drastis. Kebanyakan orang menyebutnya sedang menerima ‘hukuman’ tapi bagiku sesungguhnya ia tengah membalas mereka yang memfitnahnya.
Bahkan saat Gigi memenangkan penghargaan Mading Terbaik antar sekolah, Saira seolah tidak peduli. Dia tidak pernah terlihat mengambil ancang-ancang menjatuhkan Gigi dari singgasananya seperti yang pernah Gigi lakukan terhadapnya. Lalu apa yang dia lakukan?
***

Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments