[Hal.36][Ch.21] MENGURUNG BIDADARI - Baca Novel Dewasa Romantis Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar

Epilog

Kembali ke Jakarta, tempat semuanya dimulai...
Damar tampak berseri. Ia menyambut kedatangan teman-temannya dengan ekspresi gembira setelah hampir sebulan nggak melihat mereka.
"Bentar lagi gue jadi ayah!," katanya dengan kebahagiaan yang meluap-luap.
Rory dan Erris tersenyum bahagia.
"Yah walaupun gue hampir kehilangan gara-gara Laras pingsan di bandara ngejar lo berdua," tambahnya, sinis.
"Sory deh...," ucap Rory cekikikan.
"Lo udah pada makan belum?," tanya Damar pada mereka.
Keduanya sama-sama diam. Terlalu segan untuk bilang nggak. Tapi, mereka hanya terlalu berprasangka buruk.
"Hari ini gue yang masak," ujar Damar yang langsung tahu bahwa baik Erris atau Rory trauma dengan masakan buatan Laras.
Laras nggak terlihat. Walaupun nggak terlihat tapi sebenarnya ia ada untuk mendengarkan percakapan teman-temannya. Laras berdiri di depan pintu kamar yang nggak tertutup rapat. Sedikit mengintip keluar, dan melihat Damar tertawa seakan ia adalah lelaki yang paling bahagia di dunia. Setetes air mata jatuh di sudut matanya yang bengkak. Ia merasa nggak berdaya dan takut, kebahagiaan itu, suatu saat akan berubah menjadi derita panjang. 
Mereka sudah berubah. Laras telah memutus rantai ikatan dengan mereka sejak ia meninggalkan Indonesia beberapa tahun lalu. Dengan mengingat semua yang terjadi setelah itu, apakah Laras masih pantas disebut sahabat? Dan sekarang semuanya semakin rumit, dengan kehadiran janin dalam rahimnya.
"Trus lo dan Natha gimana?," tanya Damar.

"Natha tetap tinggal di Surabaya. Soalnya dia nggak akan betah tinggal di sini.," jelas Rory. "Sekarang gue kuliah sambil kerja juga bantu-bantu bokap"

"Bagus, lo gimana, Ris?"

Erris mengernyit. "Gue?," ia tampak bingung.

"Iya, lo sama adiknya Natha," jelas Damar.

"Oh," reaksinya begitu datar. "Biasa aja"
"Biasa apaan?! Sok misterius banget lo!," celetuk Rory. "Percuma lo sembunyiin juga gue tahu lo nikmatin saat romantis di Jerman sama Henrietta sempai Rory dianggurin"

"Nggak juga...," Erris terlalu datar dan nggak terbaca.

"Lo ada masalah?," tanya Damar yang menyadari bahwa keadaan Erris sedang nggak baik. Banyak diam dan selalu kelihatan sedang berpikir.
Erris berdiri tiba-tiba. "Gue mau pulang," katanya. "Gue capek pulang kerja"
Damar dan Rory melongo. Memperhatikan sikapnya yang aneh.
"Oh ya, Mar...," kata Erris sebelum pergi. "Selamat ya bentar lagi lo jadi ayah."
Damar malah mengernyit. Aneh.
"Jaga baik-baik," ia berpesan sebelum pergi. "Jangan sampai lo nyesal"
ooOoo


Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

1 comments:

  1. avatar Unknown says:

    ya ampun jangan gitu donk angel. kasihan natha capek2 nungguin ehh ternyata di cuekin

    di tunggu updade terbarunya mengurung bidadari