[Hal. 1][Ch.1] MENGURUNG BIDADARI - Baca Novel Dewasa Romantis Online

๐ŸŒœ Blog Novel Dewasa 21+ Indonesia ๐ŸŒ› Buat yang bosan dengan chapter berbayar, kamu bisa temukan dan BACA novel dewasa romantis Bahasa Indonesia secara ONLINE hanya di sini. Cerita baru sudah tersedia. Chapternya lengkap, GRATIS, tanpa download aplikasi, tanpa log in, tanpa koin, tanpa langganan premium, dan update tiap hari๐Ÿฅณ

Info Gambar
Erris berdiri di depan rumah, dekat Honda Jazz putih yang parkir di depan pagar rumah kontrakan kecil milik sahabatnya.  Ia tampak nggak sabar sambil sesekali melihat jam tangannya dan mulai menggerutu sendiri sambil mencak-mencak. Sama sekali nggak ada tanda-tanda seseorang akan muncul dari balik pintu kayu yang lusuh itu.
Hanya gorden yang bergerak sedikit, dan yang ditunggu menunjukan batang hidungnya dari balik jendela tapi malah menyuruhnya menunggu sebentar lagi.
Itu dia,  Rory yang baru saja mengintip dari balik jendela, berisyarat pada Erris, sambil menunjuk handphone yang ada di telinganya dan berbicara pada seseorang. Lalu ia bergegas masuk ke kamar, melempar hadndphone ke tempat tidur yang berantakan. Perhatiannya tertuju ke satu-satunya lemari untuk  memilih pakaian dari sana, t-shirt dan celana jeans robek, juga jaket kulit hitam. Rory menurunkan celana boxer-nya lalu melemparnya ke gundukan di sudut kamar yang sudah jadi tumpukan baju kotor dan belum sempat dibawa ke laundry.
Setelah merasa lengkap, Rory berlari keluar, memakai sepatu  hitam bergaris putih yang baru dia beli. Tapi, ups! Rory kembali ke kamar karena meninggalkan handphone, benda terpenting setelah nyawa, sebelum uang.
Begitu melihat Rory keluar dari rumahnya, Erris segera membuka pintu mobil dan duduk di belakang setir.
Lama amat. Lo dandan ya?”, cetusnya, gusar sambil memperhatikan Rory sejenak sebelum menyalakan mesin.
“Ah, lo kali!”, Rory mendecak kesal, sambil buru-buru memakai sabuk pengaman, dan ‘ngeeeeeng!’ tanpa ragu Erris langsung menginjak gas, melaju dengan kecepatan maksimum.
“Damar mana?”, tanya Rorymelirik ke belakang, rupanya hanya ada mereka berdua di dalam. Dan biasanya mobil ini selalu berisi tiga orang cowok kesepian yang sering melayap nggak jelas tanpa tujuan. Erris, Damar, dan Rory.
Rory bercermin di kaca yang ada di depannya untuk merapikan rambut  pirang buatannya yang sudah gondrong dan merasa cukup ganteng dengan membiarkan sedikit ujung rambut menutupi dahinya. Ia mengernyit, kenapa lama-lama model rambut ini jadi menggelikan sekarang? Ia lebih terlihat seperti  personel boyband Korea daripada preman -image-nya selama ini, di kampus bahkan di keluarganya-.
 “Dia nggak mau  ikut...”, jawab Erris, lalu melirik jam tangannya lagi, “Kayaknya kita telat deh…”
 “Suruh dia sabar sebentar kenapa sih?”, celetuk Rory acuh tak acuh, dalam mobil yang melaju lebih kencang di jalan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Mereka berbeda dalam segala hal.
Di samping Rory saat ini, Errisman Kurniawan, panggilannya Erris. Ia  mengambil jurusan psikologi dan sedang berjuang di semester akhir . Seperti yang bisa dijelaskan, bertubuh tinggi dan agak kurus. Kulitnya putih dan matanya sipit. Dia satu-satunya anak lelaki dalam keluarga yang sangat berantakan, antara ibunya yang keturunan Betawi asli dan Papa-nya orang Tionghwa. Tampilannya sih terlihat lebih pintar dari Damar dan Rory, karena berkaca mata, tenang,  dan serius, juga pendiam. Kata-kata terakhir, dia tipe yang sulit untuk didekati oleh cewek mana pun. Dan yang paling membuat orang nggak percaya, Erris belum pernah pacaran!
Tapi, hampir sama dengan Erris, Rory juga belum pernah pacaran, paling nggak secara serius. Tapi, dunia tahu bahwa dia cuma tergila-gila sama seseorang dan itu Uki, adik kelas mereka waktu SMA.  Rory yang badannya tegap dan berotot dan agak ‘kecoklatan’ terkenal berandal. Selain karena bertato, ia dikenal sebagai pembuat masalah yang nggak pernah jera. Pembangkang dan pemberontak sejati.
Posted by
Home For You Wattpad Instagram Facebook TikTok Threads
Tautan disalin

Komentar

0 comments